Badan Promosi Bandung Digalakkan

gedung sateBadan promosi bukan merupakan super body, namun juga harus didukung berbagai pihak terkait. Dan bidang promosi juga harus memikirkan program. Karena dengan program yang direalisasi tersebut, akan memiliki nilai promosi.

Demikian Ketua Badang Promosi Pariwisata Kota Bandung (BP2KB), Nicolas Lumanav, dalam talk show Gebyar Marketing PRFM, Rabu (2/1), yang juga mendatangkan tamu lain, Sekretaris Umum Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jawa Barat, Hendri Hendarta. Dan seperti biasanya acara tersebut dihadiri oleh host tetapnya, Perry Tristianto, praktisi bisnis kuliner dan factory outlet (FO).

Sementara Hendri Hendarta mengatakan, belanja diretail memang bukan tujuan wisatawan, namun pihaknya berusaha men-support tempat-tempat wisata dengan menempatkannya di rest area, misalnya, atau tujuan wisata lainnya. “Kalau wisatawan belanja ke retail memang bukan sebagai tujuan tapi lebih karena kebutuhan,” jelas Hendri.

Menanggapi berbagai pernyataan dari Nicolas atau Hendri, Perry Tristianto mengatakan, yang terpenting bagaimana orang Indonesia bisa tertarik dengan tujuan wisata sendiri, sehingga mereka tercegah untuk bepergian wisata keluar negeri,” jelas Perry.

Di sisi lain, Perry menegaskan, hendaknya badan promosi tidak mengharapkan kucuran dana dari pemerintah, namun mampu mencari dana sendiri dengan cara merangkul pengusaha yang hendak berpromosi. “Karena pemerintah sudah banyak banget urusannya. Kalau mengharap dana dari pemerintah seratus persen, bisa tidak jalan,” tutur Perry.

Di lain pihak, Popy Rufaidah mengatakan, tahun 2013 merupakan tahun kesempatan meningkatkan promosi wisata Indonesia. Menurut Popy, di tahun 2013 sangat prospektif, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi naik 6%, satu persen lebih tinggi dari tahun lalu. “Dunia pariwisata merupakan pro job, karena memberikan peluang kerja,” tegas Popy.

Lebih lanjut Nicolas mengatakan, Bandung sebagai tujuan wisata sudah sejak abad 18. Karena itu, lanjut Nicolas, Bandung khususnya, dan Indonesia pada umumnya sudah memiliki berbagai tradisi yang erat hubungannya dengan wisata. Misalnya, adanya guling di hotel itu hanya ada di hotel-hotel Indonesia. Artinya pelayanan selalu menjadi prioritas orang Indonesia dalam menerima tamu.