Tommy Pratama Kini Ingin Ekspor Seni Budaya Indonesia

 

Antara impian dan usaha harus seimbang, keduanya saling berkaitan. Impian diperkuat sebagai motivasi, sementara usaha diperlukan untuk membuat impian tak hanya menjadi impian semata, tapi mendekati menjadi kenyataan.

emikian Perry Tristianto dalam Talk Show Gebyar Marketing PRFM, Rabu (13/8) yang malam itu mendatangkan nara sumber Tommy Pratama owner EO Original Production (EP) yang sudah tercatat pernah mendatangkan puluhan band-band kelas dunia ke Indonesia. Bahkan pernah mendatangkan Air Supply sebanyak 15 kali ke kawasan Asia.

Sementara host lainnya dalam acara itu, Popy Rufaidah, yang dikenal ahli marketing dari Unpad mengatakan, bisnis yang digeluti oleh Tommy Pratama merupakan bisnis yang unik, yang lain dari yang lain.

Tak tanggung-tanggung yang pernah didatangkan EP antara lain, band Air Supply, Deep Purple, Bon Jovi, Santana, Scorpions, Megadeth, Limp Bizkit, Extreme, Michael Bolton, Firehouse, hingga Iron Maiden dan banyak band kelas dunia lainnya.

Sebenarnya kalau ditelusuri benar siapa Tommy Pratama tidaklah mengherankan ia sukses dibisnis musik. Tommy dari keluarga musik, sang ayah dan paman pernah membuat goup band Rock n Roll di era 60-an yang bernama Barata Band (The Beatles-nya Indonesia).
Hanya saja ia tak mau menjadi musisi dengan alasan yang sangat pribadi, walaupun Tommy bisa memainkan alat musik seperti piano dan gitar. “Saya lebih memilih untuk menjadi seorang pebisnis di jalur hiburan atau showbiz, karena tak ada pensiunnya. Sementarea menjadi musisi ada pensiunnya,” tuturnya sambil tertawa.

Kini setelah sangat sukses mendatangkan musisi-musisi kondang dunia, apa ia merasa puas? Ternyata muncul obsesi lain, setelah sering mengimpor band kelas dunia ke Indonesia dan Asia, ia kini ingin mengekspor seni-budaya asli Indonesia keluar negeri. “Untuk hal itu saya sudah punya kantor di New York, Amerika,” tegasnya.

Ia berkeyakinan apa yang diimpikannya itu kelak bisa berhasil. “Kenapa tidak, Korea Selatan bisa, Indonesia pasti bisa, apalagi seni-budaya kita menarik dan unik, tergantung bagaimana mengemasnya. Jangan puas seperti selama ini, sifatnya hanya ceremonial, seni-budaya kita hanya ditampilkan di KBRI,” jelas Tommy.

Kesuksesan Tommy sebagai promotor berawal dari kecintaannya pada musik sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sewaktu Tommy masih duduk di kelas 5 sekolah dasar, ia pernah dihukum gurunya lantaran sibuk menggambar band idola di secarik kertas. Lalu saat kuliah, Tommy mulai menyalurkan hobi dan kreatifitasnya lewat acara musik dan seni di kampus.

Acara pertama EP dibuat pada 1 Mei 1991, Tommy dan teman-temannya membuat acara musik di Pasar Seni dengan bintang utama band rock Indonesia, Jet Liar. Dan tanggal itu ditetapkan sebagai hari berdirinya EO Original Production.