Anugerah Jawara Wirausaha Sosial Bandung Diharapkan Bernilai Sosial

Acara puncak penganugerahan para Anugerah Jawara Wirausaha Sosial (AJWS) Bandung berlangsung tanggal 10 November di Auditorium Balai Kota Bandung. Perry Tristianto menjadi salah seorang juri dan penasehat dalam ajang menggali wirausaha muda tersebut.

Dan akhirnya keluar lima wirausahawan sosial meraih (AJWS) 2015. Lima pemenang dari acara yang digelar Syamsi Dhuha Foundation (SDF) menyisihkan finalis-finalis lain untuk tiga kategori yang dikompetisikan. Yaitu ide, startup (usaha yang telah berjalan 1-3 tahun), dan growing (usaha yang berjalan lebih tiga tahun).

Para jawara terdiri beberapa kategori. Juara I Kategori Ide (Family Home Care), Juara Kategori Startup I (Fish n’ Blues), Juara Startup II (Amygdala Bamboo), dan Juara Startup III (Sekolah Repoeblijk), serta Juara I Kategori Growing (Kampung Domba).

Eko Pratomo, penggagas AJWSB mengatakan, ini langkah awal SDF menjadi Venture Philanthropy Organization (VPO) untuk mempertemukan sumber-sumber pendanaan dengan potensi usaha yang berorientasi pada solusi dan perubahan sosial. Eko juga pendiri SDF dan juga penggaga AJWSB di Bandung.

Menurut Eko lagi, para jawara akan mendapat kesempatan mengikuti program inkubasi selama enam bulan, pitching kepada investor dan audiensi dengan Pemkot Bandung. Pemenang AJWSB 2015 untuk kategori startup dan growing mendapatkan tambahan penyertaan modal dari SDF sebesar Rp 250 juta.

AJWSB 2015 adalah kompetisi social preneurs digagas SDF agar berkembang menjadi VPO, bekerja sama dengan Bandung Social Innovation Circle (BaSIC) dan didukung Pemkot Bandung. “AJWSB digelar untuk menyuntikkan motivasi, penghargaan dan pembedayaan, dan bukan bertujuan semata memperoleh uang, tapi memiliki nilai soaial.” Jelas Eko.

Ini lima pemenang AJWSB 2015 : 1. Family Home Care: Bidang Kesehatan. 2. Kampung Domba: Bidang Pemberdayaan. 3. Fish n’ Blues: Bidang Perikanan. 4. Amygdala Bamboo: Bidang kerajinan kreatif. 5. Sekolah Repoeblijk: Bidang Kewirausahaan.

Perry sendiri dalam usahanya selama ini dikenal selalu melibatkan. Usaha besarnya seperti Tahu Susu Lembang (tenant yang berjualan didalamnya merupakan UKM), DeRanch (para pemilik kuda adalah UKM), Floating Market Lembang (penjual makanan di pasar terpaung adalah UKM).