Bakery Street Tempat Makan dan Belajar

Faktor judul, atau brand dalam usaha sangat penting. Hal itu diucapkan oleh Perry Tristianto dalam Talk Show Gebyar Marketing PRFM, Rabu (24/2), yang malam itu mendatangkan nara sumber Mesayu Pradita, pemilik Baker Street yang terletak di Jalan Cimandiri nomor 18, Bandung.

Baker Street adalah sebuah cafe khusus Bakery and Brunch di Bandung, lokasinya strategis di sekitar Gedung Sate yang sudah sangat kondang, bagi orang Bandung maupun luar Bandung. Nama brand-nya memang unik, Baker Street, dan juga ada Bakery Academy-nya, baking course khusus membuat kue, cakes dan pastry, bagi anak-anak dan orang dewasa

“Judul, atau nama, atau brand memang harus unik dan menarik dalam membangun sebuah usaha. Sehingga membuat orang bertanya-tanya dan tertarik. Nama Baker Street, apalagi ada Bakery Academy saya rasa sangat menarik,” jelas Perry Tristianto.

Namun Baker Street tidak hanya menarik dari sisi nama atau brand saja, tempatnya saja dilihat dari luar sangat menarik. Begitu pengunjung tiba disambut pintu kaca putar yang keren dan elegan, dan ini langsung menjadi magnet bagi anak-anak, sebuah ‘pancingan’ yang smart.

Bangunan dengan dua lantai ini begitu dimasuki semakin menarik. Didalamnya terdapat banyak kursi kayu dan sofa-sofa cantik yang memikat mata. Bantal-bantal imut seperti menggoda pengunjung untuk mendekatinya. Pendek kata, sangat fotogenic. Biasanya pengunjung langsung selfie disana dan saat itu jutga menyebarkan di dunia maya, Disana juga tersedia Wifi.

Sesuai namanya, Baker Street menyediakan berbagai macam roti, cake dan pastry. Tamu langsung bisa memilih dari etalase cantik dan bersih. Bagi yang ingin makan di tempat, pastry yang dipilih pilihan akan dihangatkan lagi.

Menurut Mesayu, pada mulanya tempatnya itu merupakan tempat breakfast and lunch. “Jadi kami buka pagi-pagi sekali. Namun kemudian Baker Street berkembang sesuai dengan tuntutan dari target pasar.

Sekarang Baker Street juga menyediakan menu all day Bbunch yang bisa di order. Seperti Big Breakfast, Burger, Hotdog, Salad, Fish & Chips, Steak, Sausages, nasi rames, nasi goreng, juga aneka Pasta dan Sandwich. “Di tempat kami sebenarnya konsep awal menunya adalah makanan sehat. Tapi kemudian kami buat menjadi makanan sehat dan enak. Salah satunya Roti Arang, sebagai makanan enak asal Korea. Bukan saja sehat tapi enak,” tutur Mesayu.

Sementara minumannya, selain minuman wajib Coffee, juga menyediakan aneka pilihan menarik lain, misalnya, Milk, Chocolate, Tea, Smoothies, MilkShake, Mojito, Juice dan soft drink.

Tempat ini juga menjual aneka peralatan dapur yang imut-imut, khususnya peralatan untuk bikin kue, misalnya cetakan kue, mug, dan barang-barang itu sulit ditemui di tempat lain, sekalipun perlengkapan itu terbuat dari dari bahan kayu.

Yang menarik, Baker Street juga punya Bakery Academy. Menariknya, setiap Minggu thema yang diusung berbeda-beda sesuai dengan jadwal yang tersedia. Ada kursus untuk orang dewasa, ada pula kursus untuk anak-anak usia 4-10 tahun. Dengan pembagian hari yang berbeda-beda.

“Di saat belajar bikin kue, saya sering menyaksikan bagaimana anak-anak merasa bangga bisa membuat kue untuk dirinya dan untuk orang tuanya,” tutur Mesyu. Baker Street jam buka: 07.00 – 22.00, dan telpon : 022 – 4232220

UMKM Harus Lebih Kreatif

Perry Tristianto menegaskan kembali perlunya inovasi atau kreatifitas yang dilakukan oleh pelaku UMKM. Tanpa inovasi dan kreatifitas, hasil atau target yang akan dicapai tidak akan maksimal. Hal ini ditegaskan Perry Tristianto dalam ‘Talk Show Gebyar Marketing PRFM’, Rabu (17/2) yang malam itu mendatangkan nara sumber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Jawa Barat, Dr. Dudi Sudrajat, dan mengambil thema ‘Program Wirausaha Baru’.

Lebih lanjut Perry menegaskan, inovasi itu meliputi 4 P ( Product, Price, Place dan Promotion). “Berbicara soal 4 P, menurut saya ini memang bisa jadi standar, tapi jangan terpaku harus memiliki 4 P kalau membuat usaha. Ada 2 P saja sudah baik, nanti P lainnya menyusul,” tutur Perry. Perry juga menakankan, yang juga sangat penting bagi pelaku UMKM adalah mengikuti perkembangan dan mengamatinya.

Dari sisi produk Perry memberikan contoh produk dari outlet yang dimilikinya sendiri, yaitu Tahu Susu Lembang. Perry menceritakan, bagaimana menciptakan produk inovatif tahu dengan mengombinasi dengan susu, sehingga rasanya berbeda dan lebih enak, lebih halus dicerna dan banyak disukai konsumen.

“Lalu saya memberikan nama Tahu Susu Lembang. Saya tidak memberi nama Tahu Susu Perry. Karena nama Lembang lebih bisa mewakili, dan lebih terkenal. Itu salah satu cara trick memberi nama produk,” jelas Perry.

Lebih lanjut Perry menjelaskan soal Price. Menurutnya harga hendaknya yang bisa terjangkau, dan dilihat apa dan bagaimana target marketnya. “Jangan mengira menjual produk harga murah pasti laku. Juga jangan mengira menjual harga mahal tidak laku,” tegas Perry.

Soal Place, Perry sering menegaskan, jangan memasuki pasar, tapi ciptakan pasar. “Misalnya punya produk kue, jangan masuk ke pasar kue. Disana banyak saingan, sehingga harga juga tak bisa dijual mahal. Maka ciptakan pasar sendiri, contoh ekstrimnya, misalnya jual kue di apotik. Kenapa tidak? Orang ke apotik juga bisa butuh kue, misalnya untuk minum obat. Dan karena disana tak ada saingan harga bisa dibuat mahal. Apalagi kalau kue itu enak, maka itu menjadi promo tersendiiri,” tegas Perry.

Soal Promosi, Perry memberi contoh warung Ce’Mar yang berjualan gule sapi tengah malam di Bandung dan sukses, sehingga bisa hidup mewah. “Ce’Mar, sang pemilik kalau menyapa pelanggan manis sekali, itu adalah bagian promosi. Contoh lain, kripik Maicih, sebenarnya Maicih sukses karena saat itu twitter baru ada. Mereka promo gencar via twitter, dan sukses. Jadi promo bisa dari segi apa saja,” tegas Perry.

Perry juga menegaskan, meski UMKM banyak dibina pemerintah, tapi hendaknya dalam melakukan promosi atau mengenalkan produknya jangan menggunakan bahasa kaku. “Jangan lah mempromosikan cara demikian, misalnya, ini produk dari Garut. Itu bahasa kaku, buatlah yang lebih inovatif, sehingga membuat orang tertarik,” jelas Perry.