Nama Vlado brand komersial dalam buku ‘Hati Biru’

Nama Vlado sebagai legiun asing di Persib Bandung  merupakan brand sangat menjual alias komersial. Hal itu diutarakan oleh Perry Tristianto dalam Talk Show Gebyar Marketing PRFM, Rabu (25/5).

Malam itu topiknya memang agak beda dari malam-malam biasanya. Malam itu menghadirkan bek Persib  asal Serbia Montenegro, Vladimir Vujovic, yang biasa dipanggil Vlado. Dalam rangka peluncuran bukunya ‘Hati Biru’ kisah Vlado selama memperkuat  Persib selama tiga tahun. Buku lahir dibantu penulis asal Bandung , Arif Budi Kristanto.

“Saya menulis buku ini ingin menuangkan perasaan dan pikiran saya selama membela Maung Bandung, yang selama ini tidak pernah ditulis di berbagai media,” kata Vlado dalam bahasa Inggris dalam acara talk show tersebut.

Lebih lanjut pemilik nomor punggung nomor 3 ini mengungkapkan, dalam outobiografi juga menuliskan banyak kenangan bersama Pesib. Luapan emosi,  baik sebelum berlaga maupun sesudah berlaga yang banyak dikendalikan atau disimpan, dituangkan dalam buku tersebut.

“Buku ini menurut saya komersial, meski harganya lumayan mahal (Rp.130 ribu dan dijual secara online), namun buku ini akan menjawab kehausan para bobotoh yang butuh informasi tentang Vlado yang selama tidak terekspos di media. Ini souvenir yang bagus buat Persib,” tutur Perry Tristianto.

Perry menambahkan, selain buku ini, hendaknya Persib juga membuat souvenir-souvenir yang berbeda dari yang selama ini. Karena menurut Perry, bobotoh bukan hanya yang selama ini citranya terbentuk, yaitu yang mengendarai sepeda motor dengan suara bising di tengah jalan. Tapi juga banyak bobotoh yang anteng di rumah sederhana, di rumah mewah, dan mungkin bukan orang Sunda, juga dari berbagai suku dan agama.

“Cobalah untuk membuat souvenir kaos  Persib yang berkualitas, seperti milik Arsenal, milik club-club Inggris. Itu ada pasarnya, dan besar, karena bobotoh tidak hanya yang kelihatan di jalan-jalan,” jelas Perry.

 

Pembuatan buku ini selama enam bulan, berisikan 11 Bab, setebal 150 halaman. Masing-masing bab membeberkan perasaan sedih, bahagia, jenaka, kekaguman, kemarahan, persahabatan, konflik. Kesulitan kehidupannya juga digambarkan, tak hanya di Bandung, tapi juga di berbagai negara dengan beragam cuaca, perbedaan budaya, dan mencari jati diri pemain bola yang profesional.

Launching buku ‘Hati Biru’ berlangsung  di North Point Kitchen and Lounge Bandung, pada tanggal 10 Mei 2016. Valdo sendiri memang menjadi kebanggaan bagi pecinta Persib, dan bertahta dihati bobotoh. Vlado menjadi bagian penting Persib. Ia turut mengantarkan Persib meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) yang hampir 20 tahun tidak didapat Persib, Piala Presiden 2015, serta juara turnamen Wali Kota Padang.  Ia didatangkan Persib pada 2013

Priangan Cancer Care meringankan beban penderita kanker

 

 

Priangan Cancer Care (PCC) tidak menjual produk dan tempat. Namun lebih pada memberikan konseling  bagaimana menerima hidup bersama kanker. Dengan membagi kesedihan bersama-sama akan terasa lebih ringan ketimbang ditanggung sendiri. Serta memberikan rekomendasi  untuk mengatasi orang-orang yang terserang kanker, serta keluarganya.

Demikian Perry Tristianto dalam Talk Show Gebyar Marketing PRFM, Rabu (18 Mei 2016) yang malam itu menghadirkan dr. Monty Priosodewo  sebagai pendiri PCC dan Dra. Diana Darmawan yang survivor  kanker.

PCC akan diresmikan tanggal 4 Juni 2016 di Hotel Hilton Bandung. Namun saat ini  PCC sudah kerjasama dengan RS. Santo Borromeus, RS Hasan Sadikin, dan RS Perisai Husada –semua di Bandung dan kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).

Menurut dr Monty, PCC didrikan oleh orang-orang yang peduli, simpati,dan empati terhadap kanker. Mereka terdiri dari surivivor, keluarga survivor serta parktisi dan volunter.  Bidang sosial yang dilayani adalah, bidang dukungan pasien, bidang konseling, bidang pendidikan, dan bidang informasi pendanaan pengobatan.

Sementara dra. Diana  sebagai survivor bercerita, bagaimana mulanya dirinya mentalnya up and down begitu menyadari terserang kanker. “Serba tak pasti. Namun setelah saya dapat memenej mental setelah memperoleh konseling, perasaan putus asa pelan-pelan mulai hilang,” kenangnya.

“Melalui PCC ini saya harap penderita kanker dapat memperoleh pengetahuan atau informasi  hal-hal yang berkaitan dengan klanker. Baik mengenai  biaya pengobatan serta dukungan berbagai pengalaman dengan sesama  survivor. Datanglah kepada kami,” kata Dra. Diana.

PCC merupakan yayasan nirlaba dengan motto,  We are here to care and share’.  Adapun visinya adalah, member perhatian, berbagai pengetahuan tentang kanker. Lalu meringankan  beban psikis dan fisik calon survivor dan survivor dalam menjalani terapi. Sementara misinya, menumbuhkan motivasi individu dan keluarga survivor, agar dapat dapat menyongsong hidup dengan optimis.

Bagi yang tertarik bisa menghubungi sekretariat PCC.  Sekretariatnya ada di jalan Halmahera nomor 8 Citarum Bandung 40115. Telpon, 087820020888, atau email ke priangancancercare@yahoo.com.