You are here: Home Articles Entrepreneurship KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF (Dasar Sukses 5)

Raja Factory Outlet - Konsultan Entrepreneurship

Perry Tristianto

KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF (Dasar Sukses 5)

E-mail Print PDF

Sesungguhnyalah, kepemimpinan yang baik adalah keterampilan memotivasi dan menginspirasi orang lain yang menjadi pengikutnya sehingga mereka dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Rob Yeung, dalam Coaching People  secara tegas mengatakan,  Memberdayakan dan memberikan inspirasi pada orang lain untuk mencapai KEINGINANNYA, BUKAN KEINGINAN KITA”. Meskipun benar bahwa beberapa orang dilahirkan dengan bakat alami yang luar biasa, kemampuan memimpin sebenarnya terdiri dari sekumpulan keahlian, hampir semuanya dapat dipelajari dan ditingkatkan. Tetapi prosesnya tidak terjadi dalam semalam.

Secara ideal pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang bisa mengendalikan seluruh anggota / bawahannya  yang dengan bekerja sama mencapai tujuan yang diharapkan bersama. Tidak ada panduan praktis yang secara tepat memberikan satu cara memimpin yang menjanjikan suatu keberhasilan sebagai seorang pemimpin. Yang ada adalah berbagai pendekatan cara/pola, gaya yang ditawarkan dalam upaya menjadi pemimpin yang disukai dan berhasil. Tentunya keberhasilan seorang pemimpin sangatlah tergantung pada kemampuan, kondisi dan situasi sebuah organisasi .

                Menyinggung tentang gaya kepemimpinan kita mengenal  adanya gaya kepemimpinan otokratik, partisipatik,  demokratik dan laizes faire.  Gaya otokratik dicirikan bahwa atasan bersifat eksploratif, paternalistik  sementara bawahannya patuh dan berdisiplin.  Gaya partisipatik, memiliki indikator atasan mempertimbangkan pendapat bawahan  namun  keputusan akhir tetap pada pimpinan, sedangkan bawahan, secara aktif menyampaikan pendapat. Pada gaya demokratik, atasan mempertemukan, menengahi dan berkompromi, sedangkan bawahan, aktif memberi dan ikut memutuskan secara konsensus atau  voting.  Gaya laizes faire, atasan memberikan kebebasan dan bawahan  berinisiatif.

Dari berbagai sumber dapat dicatat, bahwa Kepemimpinan Efektif itu seperti yang disebutkan di bawah ini :

          Menjadi Manusia yang terpercaya

          Membina hubungan dengan semua pihak

          Menegakkan nilai-nilai bersama yang telah disepakati

          Mengembangkan kapasitas diri dan anak buah

          Memenuhi tujuan yang lebih besar daripada tujuan pribadi

          Memelihara harapan dengan bersikap optimis dan berpikir positif

          Tampakkan diri, beradalah dalam jangkauan anak buah

          Berani menghadapi tantangan dan menjadi pelopor

          Membagi visi dengan anak buah dan membangkitkan semangat anak buah untuk mencapai tujuan bersama

          Memberi kesempatan bagi anak buah untuk terlibat dalam usaha pencapaian tujuan bersama

          Menjadi teladan, mencintai dan melayani

          Menghargai anak buah dan memelihara semangat tim.

 

Sekarang kita bandingkan antara Pemimpin yang Tidak Disukai dan yang Disukai

 

Yang Tidak Disukai

Yang Disukai

       Tidak disiplin

       Tidak adil/tidak bijaksana

       Kurang konsisten

       Merasa paling benar

       Tidak memberikan solusi

       Kurang menghargai pendapat bawahan

       Kurang memperhatikan

       Tidak menjadi teladan

       Tidak jujur

       Tidak memotivasi

       Kurang loyal

       Tidak memberikan kepercayaan

       Terlalu membesar-besarkan masalah padahal tidak perlu

       Emosional

       Sombong

       Angkuh

       Tidak mau belajar

       Tidak bertanggungjawab

       Tidak menghargai prestasi bawahan

       Tidak memiliki selera humor

       Keras kepala

       Tidak bisa bekerjasama

       Terlalu menuntut

       Tidak sabar

       Tidak menarik/Membosankan

       Memberikan solusi

       Menghargai prestasi

       Memotivasi

       Percaya bawahan

       Antusias

       Berpikir positif

       Teladan

       Bijaksana

       Pendengar yang baik

       Kreatif

       Pintar

       Rendah hati

       Adil

       Berwibawa

       Mencintai

       Melayani

 

 

 

Di tengah arus perubahan yang kini semakin pesat, mendadak dan tiba-tiba, Jansen H. Sinamo mencatat adanya Trend Perubahan Global sebagai berikut.

       Kemampuan mengelola perubahan semakin penting

       Belajar seumur hidup semakin menjadi keharusan.

       Struktur pasar semakin terfragmentasi

       Dunia semakin masuk ke dalam zaman informasi

       Teknologi bio-makro-elektro-optik semakin dominan

       Pekerja otak semakin dominan.

       Tuntutan kualitas semakin tinggi

       Waktu dan lokasi kerja semakin fleksibel

       Standar-standar internasional semakin diwajibkan

 

                Dalam menyikapi  arus globalisasi itu diperlukan pemimpin masa depan yang mumpuni untuk membawa organisasinya menjadi organisasi unggulan. Peter Senge dalam The Fifth Discipline, mengatakan, “Organisasi yang unggul di masa depan adalah organisasi yang mampu membangun komitmen dan kapasitas belajar warganya pada setiap eselon yang digerakkan oleh visi organisasi yang kuat”. Sementara Warren Bennis dalam On Becoming a Leader, mengatakan, “Semua pemimpin yang saya wawancarai memiliki satu persamaan: adanya visi yang membentang jauh ke depan; lebih daripada sekedar dipicu oleh target. Visi adalah “apa” - yaitu gambaran masa depan yang ingin kita ciptakan. (Peter M. Senge) atau  Visi adalah ideal perjuangan (Noel M. Tichy, 1990).

Dalam mengantisipasi masa depan yang penuh ketidakpastian, diperlukan Kepemimpinan yang berwibawa. Kepemimpinan yang berwibawa itu memiliki:

       Integritas : Berbasis pada karakter dan perilaku positif (aspek moral-personal)

       Kuasa (Power) : Berbasis pada legitimasi formal dan wewenang jabatan (aspek legal-yuridis)

       Otoritas : Berbasis pada kompetensi  teknis dan keahlian profesional (aspek  teknis profesional).

 

Masih ada lagi tips dan trik menjadi pemimpin yang efektif. Dale Carnegie memberikan 9 Prinsip Memimpin dan Memperoleh Dukungan dari Orang Lain, sebagai berikut.

  1. Mulailah dengan  pujian dan apresiasi yang tulus.
  2. Tunjukkan kesalahan secara tak langsung.
  3. Akui kesalahan sendiri sebelum mengritik orang lain.
  4. Ajukan pertanyaan sebagai ganti perintah langsung.
  5. Selamatkanlah muka orang lain.
  6. Beri pujian atas setiap kemajuan sekecil apa pun.
  7. Beri reputasi tinggi untuk dicapai.
  8. Berilah dorongan, buat kesalahan mudah diperbaiki.
  9. Buat orang lain merasa senang melakukan usul Anda.

 

 Nah, jadilah pemimpin yang efektif, yang senantiasa memotivasi dan menginspirasi orang lain!

 

Main Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/perry234/public_html/baru/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99