Memasuki pasar, brand kecil bisa semakin tenggelam

Jangan bangga memasuki pasar. Banyak UKM bangga produknya memasuki pasar, misalnya ke supermarket, karena barangnya mampu kesana. Ini ironis, karena memasuki pasar tak ubahnya sama memasuki medan perang yang banyak musuhnya, dan membuat produknya kurang laku.

Ironisnya lagi, banyak UKM yang seolah berlomba-lomba memasuki pasar di supermarket. Padahal dengan memasuki pasar, brand akan tenggelam karena kalah dengan brand-brand yang sudah punya nama dan memiliki modal besar.

Hal ini diutarakan oleh Perry Tristianto dalam Talk Show Gebyar Marketing PRFM, Rabu (2 Maret 2016), yang malam itu mendatangkan nara sumber Nining Yuningsih, atau yang lebih dikenal Ceu Edoh, yang dikenal sebagai salah satu pemeran sinetron ‘Preman Pensiun’ dan artis Bandung. Ia juga menggeluti usaha camilan keripik dan pakaian bayi.

Keripik singkong kering buatannya diberi label ‘Somering Ceu Edoh’, yang merupakan kependekan dari ‘sampeu garing’ (bahasa Sunda –yang artinya singkong kering).

“Tapi namanya kemudian menjadi ‘Somering Ceu Edoh’ biar terdengar keren, seperti bahasa Inggris. Padahal kependekan dari bahasa Sunda,” jelas Ceu Edoh.

Tak hanya keripik singkong, Ceu Edoh sudah lama menjalani wirausaha. Bersama keluarganya, ia menapaki usaha kantin di Pasar Baru Bandung. Letaknya di basement pasar terbesar di Kota Bandung.

Lebih lanjut kepada Perry Tristianto mengatakan, produk seperti keripik singkong jika dijual di supermarket akan banyak saingannya. “Bersaing dengan produk pabrikan akan berat. Mereka punya modal besar, ada promo segala. Menurut saya, carilah tempat yang tidak ada saingannya, misalnya memasuki dijual di SPBU yang tidak menjual oleh-oleh, itu pasar yang bagus, ” lanjut Perry.

Perry juga menambahkan, nama Ceu Edoh sendiri yang sudah dikenal, apalagi di Bandung bisa membantu mengangkat produk buatannya tersebut. Hal ini ditimpali oleh Ceu Edoh, “Saya memang sering jualan di saat syuting istirahat. Lumayan….he…he….” tutur Ceu Edoh.

Keripiknya sendiri menurut Perry enak, dan rasanya berbeda dengan keripik pada umumnya, dan ini merupakan nilai plus. ‘Somering Ceu Edoh’ sendiri tersedia dalam beberapa varian rasa, ada rasa strawberry, keju, original dan yang lain.Sementara pakaian bayi yang digelutinya berada di daerah terusan Jalan Buah Batu tepatnya di dekat Pasar Kordon.

Ceu Edoh sendiri selama ini dikenal berpenampilan lugu dan kental dengan logat Sunda khas. Profesinya sehari-hari adalah pekerja seni dan seorang ibu rumah tangga.

Ia dulu dikenal lewat program ‘Longser Plus’ yang disiarkan TVRI Jabar-Banten. Ia juga bermain bersama Kang Jaenal, Mr. Jun, dalang wayang golek Riswa.

Ia juga bermain di seni tradisi Betawi. Ia pernah bergabung dan kerap manggung bersama pertunjukan lenong pimpinan Mat Licin serta teater Bang Opie Kumis. Itu yang membuatnya merantau ke Jakarta tahun 2006.

Kini setelah sinetron ‘Preman Pensiun’ banyak mengambil syuting di Bandung, dan ia menjadi salah satu pemainnya, Ceu Edoh ‘pulang kampung’ dan makin leluasa konsentrasi membangun kembali usahanya yang dibangun di kota Bandung.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *