Seminar tentang Prediksi Ekonomi Indonesia Pasca MEA

Menyikapi pasar produk – mproduk Indonesia saat pasca MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) adalah dengan memperkuat produk dalam negeri. Dengan menguatnya produk-produk dalam negeri, MEA tidak akan berpengaruh banyak  terhadap Indonesia.

Hal itu diutarakan oleh Perry Tristianto dalam Seminat Bisnis PREDIKSI EKONOMI Indonesia Pasca MEA, Sabtu (6/4) di BTC (Bandung Trade Center) Fashion Mall, Pasteur, Bandung.

“Bodoh amat dengan MEA, yang penting bagaimana caranya produk-produk kita sanggup bersaing dengan  produk asing. Harus kreatif, kebijakan juga harus mes-support-nya,” tegas Perry dalam seminar yang padat pengunjung tersebut.

Perry Tristianto mengambil contoh bisnis pariwisata Indonesia. Ia mengatakan, potensi wisata Indonesia sungguh besar danh luar biasa. Namun semua itu, lanjut Perry, harus dibarengi dengan kebijakan-kebijakan yang tepat yang dapat mendorong potensi wisata itu menjadi tumbuh dan dapat bersaing, sehingga dapat menarik minat wisatawan asing.

Perry juga mempertanyakan data kunjungan wisatawan ke Bandung yang dikeluarkan pemerintah. Menurutnya, data itu tidak akurat. “Ke tempat wisata milik saja per minggu puluhan ribu orang. Menurut saya  data tersebut masih harus dikaji lagi. Terlalu sedikit jumlah data tersebut, tidak akurat. Tujuan wisata yang kita miliki ini banyak diminati, kok” tutur Perry.

Perry yang memang banyak memiliki tempat-tempat wisata yang booming ini lebih lanjut mengatakan, Indonesia juga harus pandai membuat icon-icon usaha yang kreatif.  Harus ada pembinaan – pembinaan terhadap UKM agar lebih kreatif. Dengan kreatifitas, akan lahir daya tarik tersendiri dalam persaingan pasar.

“Jadi UKM tak hanya diciptakan, tapi dibina agar kreatif. Selama ini kita terpaku pada bagaimana menciptakan kuantitas UKM. Lalu kalau sudah banyak diciptakan, UKM UKM itu mau memasarkannya kemana? Ini kan persoalan baru. Karena itu yang terpenting bukan bagaimana banyak melahirkan UKM, tapi bagaimana UKM-UKM dibina  sehingga banyak lahir UKM kreatif,” kata Perry.

Selain Perry Tristianto, pembicara lain adalah Faisal Basri (Pengamat Ekonomi Alumni UI) dan Samuel Gunawan (Pengusaha Orientasi Ekspor yang juga seorang Motivator dan Trainer). Bertindak sebagai moderator Jacobus Mulia. Seminar itu sendiri sukses, paling tidak kalau dilihat tak ada kursi yang kosong.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *