Posts

Perry Tristianto : Sdm Indonesia Dikenal Loyal

Sebenarnya membangun usaha di Indonesia ada nilai lebih yang tak dimiliki oleh negara lain. Hal ini tentu memudahkan entreprenuer Indonesia mudah mengembangkan usahanya. Salah satu kelebihan itu adalah, SDM (sumber daya manusia) sangat loyal. Disamping itu SDM Indonesia dikenal pribadi yang merasa mudah memiliki terhadap tempat kerjanya. Demikian Perry Tristianto dalam pencerahannya kepada sekitar 40 orang karyawan Garuda Pra Purnabhakti yang mengambil tempat di Tahu Susu Lembang, Bandung, Rabu (21/11).

Karyawan Garuda yang terdiri dari bagian kargo, brand office dari cabang Pulo Gadung, Surabaya, Yogjakarta dan Balikpapan ini mengikuti pencerahan dengan santai namun penuh seksama, dan diakhiri dengan tanya jawab seputar dunia usaha, yang dijawab oleh Perry dengan bahasa yang segar dan kocak.

 

Menurut Perry, dengan karakter SDM Indonesia seperti itu, mestinya hal itu merupakan nilai positif. “Saya sering menemui karyawan-karyawan saya membuat pengajian di outlet. Ketika saya tanya dalam rangka apa, mereka menjawab, agar usaha saya laku. Itu artinya mereka kan merasa memiliki,” jelas Perry.

Ditambahkan oleh Perry, kondisi seperti itu harus diimbangi dengan hak dan kewajiban mereka. Karena, menurut Perry, baik pengusaha maupun karyawan masing-masing memilki hak dan kewajiban. “Nah, hal itu yang harus tak boleh diremehkan, harus dijalankan. SDM kita sebenarnya orang-orang yang tidak menuntut, taopi kembali lagi ke hak dan kewajiban itu,” jelas Perry.

Berkaitan dengan rencana karyawan Garuda yang nantinya setelah pensiun kemungkinan akan membuat usaha, Perry membekali dengan semangat dan taktik yang mungkin ditemui oleh para pensiunan. Menurut Perry, mungkin nantinya ada yang merasa risi atau malu, karena setelah memiliki jabatan lalu pensiun membuat usaha. “Menurut saya malu hal yang tidak perlu. Karena kita kan punya pendidikan, jadi harus memiliki taktik. Saya dulu pernah jadi Direktur Utama perusahaan rekaman, lalu bangkrut. Kemudian saya jual kaos di Puncak, di pinggir jalan. Apa saya tidak malu? Jawabnya, saya malu ! Tapi kita oleh Tuhan dikasih otak, dari otak itu harus lahir taktik. Kalau ada teman yang kebetulan datang membeli, maka saya mengaku sebagai pembeli juga…,” tutur Perry yang disambut riuh peserta pencerahan.